Sunny day

Terik Matahari

      Langit biru berawan putih dan sengatan matahari menyadarkan lamunan ku tentang betapa indah nya hari tanpa hingar bingar kehidupan kota . Aku tak suka panas, tetapi lebih tidak suka merasakan hal yang membuatku tidak nyaman.
      Siang ini ,tepatnya 13:00 WIB aku terjebak dalam keadaan yang mengharuskan ku berjalan kaki untuk pulang dari kampus menuju kost. Perjalanan yang menurutku mungkin akan melelahkan lantaran aku sendiri tidak pernah berolahraga dan membudayakan jalan kaki. Langkah demi langkah sembari menikmati lalu lalang kendaraan di jalan umum, pemandangan komplek perumahan, hingga menelusuri gang. Aku telah berjalan sekitar 15 menit menempuh jarak 1,2 km untuk sampai ke kostan.
      Yang sedari tadi ku pikirkan saat di jalan pulang yaitu ' how to stay in a quiet mood? '. 
Kehidupan di kota membuat energi ku habis terserap, belum lagi semakin bertambah umur akan ada situasi-situasi rumit yang harus dihadapi, layaknya berjalan di hutan berada diantara semak belukar, jika ilalang yang kau temukan tanpa disadari kau bisa terluka, jika terbeset tumbuhan berduri akan ada sakit yang membekas, dan jika beruntung kau akan bertemu tanaman obat bahkan bunga langka yang indah. Ah, saat berdialog dalam diam seringkali merunyamkan  bukan ?! 
      Hari yang cerah untuk kepingan semangat yang hilang. Apakah diriku sedang bergumam tentang sulitnya kehidupan ? "No", situasi ini seperti aku sedang memikirkan hal-hal kecil dari perjalanan hidup yang harus diambil hikmahnya. Bagaimana bisa pemeran tokoh utama dalam cerita melewatkan satu scene dalam skenarioNya ?. Dan pertanyaan dalam diri itu terhenti ketika telah sampai di pintu gerbang. Melangkah menuju pintu sambil merogoh isi tas mencari kunci kostan. Setibanya di dalam kamar, ku rebahkan tubuhku hingga menatap ke arah plafond putih, kemudian memiringkan badan  melirik ke  arah jendela yang memancarkan sinar menyilaukan tapi tetap hangat menyapa. Saat itu juga aku menghela napas panjang ,ku katakan pada diriku bahwa yang telah berlalu, kemarin, hari ini dan seterusya "semua akan baik-baik saja". 

-deep thinker with a sensitive soul-

Komentar

Postingan Populer